Majalengka Luncurkan Ayo Kasbon, Solusi Digital Gaji di Depan untuk Karyawan Tanpa Bunga Tinggi

 


Majalengka Luncurkan Ayo Kasbon, Solusi Digital Gaji di Depan untuk Karyawan Tanpa Bunga Tinggi

Majalengka – Aplikasi Ayo Kasbon resmi diluncurkan di Kabupaten Majalengka sebagai solusi digital bagi karyawan untuk mengambil sebagian gaji di muka secara cepat, aman, dan tanpa bunga pinjaman online (pinjol). Acara peluncuran dihadiri jajaran pemerintah daerah, aparat, serikat pekerja, HRD perusahaan, serta pengurus koperasi.


Aplikasi Ayo Kasbon diluncurkan melalui kolaborasi PT Dewanta Global Nusantara, Koperasi ANAS, Koperasi BBS, serta sejumlah perusahaan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Haji Mulyadi selaku Komisaris PT. Dewanta Global Nusantara menjelaskan, Ayo Kasbon dirancang untuk membantu karyawan perusahaan swasta yang membutuhkan dana sebelum menerima gaji. Layanan ini menggunakan mekanisme dana talangan gaji, dengan perusahaan tempat karyawan bekerja berperan sebagai penjamin.


Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan penampilan tari tradisional dari Sanggar Seni Sekar As, serta puisi spontan tentang perjuangan pahlawan. Sambutan-sambutan disampaikan oleh sejumlah tokoh, di antaranya perwakilan Ketua Koordinator Acara/Koperasi Anas, Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Majalengka (Bapak Nugraha, M.Si.), Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majalengka, Ketua Serikat Pekerja KSPN (Bapak Muhammad Basir, SPDI), Ketua Penasihat Gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua Umum Majelis Adat Sunda Jawa Barat (Abah Anton), serta Komisaris PT Dewata Global Nusantara (DGN) dan pendiri Koperasi Anas, H. Mulyadi.


Dalam sambutannya, H. Mulyadi menekankan bahwa Ayo Kasbon hadir sebagai jawaban atas kesulitan keuangan mendesak karyawan, khususnya di tanggal 15 hingga akhir bulan. Banyak pekerja terjerat pinjol atau bank emok dengan bunga tinggi (hingga 20–30 persen per bulan). Melalui sistem ini, karyawan dapat mengajukan kasbon lewat aplikasi, dana langsung masuk ke rekening gaji dalam hitungan detik hingga di bawah satu menit, dan hanya dikenakan biaya layanan (admin) yang dipotong saat penggajian. Perusahaan tidak mengeluarkan kas sendiri karena dana disediakan pihak Ayo Kasbon/koperasi, sementara potongan dilakukan otomatis melalui kerja sama dengan Bank Mandiri.


“Ini solusi konkret, cepat, dan tidak memberatkan. Karyawan ambil hak gajinya sendiri, bukan pinjaman berbunga,” ujar H. Mulyadi. Ia juga memperkenalkan jajaran PT DGN yang bergerak di bidang keamanan, logistik, ketahanan pangan (jagung dan kedelai), serta rencana pengembangan UMKM dan kawasan kos khusus.


Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majalengka mengapresiasi peluncuran ini sebagai program pertama sejenis di Indonesia dan meminta agar tetap dijaga amanah, mematuhi aturan perkoperasian, serta digunakan hanya untuk kebutuhan darurat, bukan kebiasaan. Ia menyoroti perkembangan pesat Majalengka berkat Bandara BIJB dan tol, namun sekaligus menekankan perlunya solusi bagi persoalan buruh terkait kebutuhan mendadak.


Ketua KSPN Bapak Muhammad Basir menyatakan siap membantu sosialisasi di sejumlah pabrik di Majalengka dan sekitarnya. Sementara perwakilan Dinas Koperasi dan UKM menyampaikan dukungan pemerintah daerah agar koperasi semakin mampu menyejahterakan anggotanya.


Direktur Ayo Kasbon menjelaskan cara kerja aplikasi secara detail. Perusahaan menandatangani PKS/MOU, mengunggah data karyawan, lalu sistem mengatur limit (misalnya 20–40 persen dari gaji sesuai kebijakan perusahaan). Karyawan cukup login lewat aplikasi resmi di Google Play Store, ajukan nominal, konfirmasi, dan dana langsung cair. HRD dapat memantau melalui dashboard, mengatur limit per karyawan, dan menonaktifkan akses jika ada yang resign. Sistem diklaim aman, memenuhi standar perbankan, Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, ISO, serta dilengkapi enkripsi dan OTP. Tidak ada pengambilan data kontak di ponsel pengguna.


Demo langsung dilakukan di tempat. Beberapa HRD mencoba dan mengonfirmasi dana masuk dalam waktu singkat (di bawah 30 detik). Keuntungan bagi perusahaan antara lain penurunan turnover karyawan (target minimal 20 persen), peningkatan produktivitas, serta hilangnya beban administrasi kasbon manual yang memakan waktu dan berisiko kesalahan.


Acara dilanjutkan dengan pemberian plakat penghargaan kepada para pembicara, foto bersama, penampilan barongsai dari sanggar seni setempat, coffee break, doorprize, serta makan siang. Beberapa peserta menyampaikan kesan positif bahwa sistem ini sangat membantu mengatasi “hari-hari pusing” antara tanggal 15–30.


Dengan peluncuran ini, Koperasi Anas dan PT DGN berharap Ayo Kasbon dapat menjadi model yang menyebar ke wilayah lain di Indonesia, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serikat pekerja, dan dunia usaha dalam menjaga kesejahteraan karyawan tanpa terjebak utang berbunga tinggi.


Posting Komentar

0 Komentar